Arreal Tilghman (Amerika) Rilis Album Dangdut Perdana

Artis Infotainment Selebriti Video Add Comment
Arreal Tilghman penyanyi dangdut pertama di Amerika

Benar sekali kalau musik Dangdut sudah go International. Selain ada grup dan penyanyi Dangdut Jepang, atau grup Dangdut Cowboy ala Jerman, kini warga Amerika pun tak ketinggalan. Adalah Arreal Tilghman, penyanyi Dangdut pertama Amerika yang sudah rilis Album perdananya. Luar biasa...

Pada Januari 2008 lalu, penyanyi Dangdut pria ini telah merilis Albumnya yang pertama yang berjudul Dangdut In America. Ada sekitar 8 daftar lagu yang ada dalam album tersebut. Yang menarik dari album tersebut adalah ada dua tembang yang menggunakan bahasa Indonesia, yaitu Sejak Kehadiranmu dan Duhai Kekasih. Sedangkan sisanya berbahasa Inggris.

Khusus untuk lagu yang berjudul Duhai Kekasih (versi 2), digarap dengan nuansa Dangdut Original seperti koleksi lagu Evie Tamala atau tembang-tembang penyanyi Dangdut era 60-awal 2000an lainnya dengan nuansa yang begitu asyik. Dengan diawali intro seruling bernuansa sunda, menjadikan lagu ini semakin menduniakan Dangdut Indonesia. Inilah video klipnya yang di unggah oleh user yang bernama:djsmartyna



Inilah daftar lagu dalam Album Dangdut Arreal Tigman :
  • Puzzle of Love
  • Sejak Kehadiranmu
  • I Love You
  • Duhai Kekasih [Remix]
  • You're the Only One
  • You
  • Duhai Kekasih ( Dangdut Original)
  • You're the Only One [Remix]

Jika sobat ingin berkenalan dengannya, silakan kunjungi alamat fbnya di https://www.facebook.com/pages/Arreal-Tilghman/34848828068‎.

Awal pembuatan album ini sebenarnya bermula ketika ia datang berkunjung ke Indonesia untuk mengenali lebih jauh tentang jenis musik ini setelah berhasil menjadi juara dalam sebuah lomba Dangdut di Amerika yang diselenggarakan oleh sebuah label NSR Productions LLC yang didukung sepenuhnya oleh PAMMI. Singkatnya, setelah berguru pada Trie Utami, tidak lama kemudian keluarlah album perdananya tersebut.

Dia menjadi pecinta musik kita setelah kali pertama mendengarkan lagu Dangdut lawas milik bang Haji Rhoma Irama yang berjudul Darah Muda. Oleh karena itu, begitu mendengarkan lagu itu, ia menjadi fans berat Rhoma Irama.


Alasan Penyanyi Dangdut Pria Kini Kurang Laku

Catatan Add Comment
Pentas Dan Produksi Dangdut Didominasi Penyanyi wanita
Dangdut Site - Mungkin hampir lebih dari 90 persen penyanyi Dangdut masa kini yang muncul adalah kaum hawa. Sehingga seolah-olah ketika kita mengucapkan atau berkata tentang seorang penyanyi Dangdut, maka yang ada dalam benak dan pikiran kita adalah wanita. Pertanyaannya adalah, mengapa kini pernyanyi pria kurang laku? jika dibandingkan sebelum era 2000an, khususnya untuk produksi album atau lagu baru.

Dulu kita mengenal begitu banyak penyanyi laki-laki yang begitu populer terutama bagi para dangduter sejati. Dari tahun ke tahun, pertumbuhan dan perkembangan antara vokalis pria dan wanita bisa dikatakan seimbang, terutama penyanyi di periode 60an sampai akhir atau awal 2000an. Bahkan tak hanya untuk kalangan dewasa saja, karena ada juga penyanyi dangdut pria cilik yang juga turut meramaikan musik yang paling kita cintai ini waktu itu, seperti Sona Orama dan Abiem Ngesti.


Sederetan pedangdut pria yang populer  dan tetap eksis hingga sebelum era 2000-an seperti misal Hamdan ATT yang begitu kondang dengan tembang Termiskin Di Dunianya. Mansyur S, artis seangkatan dengan sang Raja Dangdut, Rhoma Irama yang telah menelorkan banyak album, Asmin Cayder (Tembok Derita), Caca Handika (Undangan Palsu), Ona Sutera (Terbayang-bayang), Imam S Arifin (Jandaku), Muchsin Alatas (Pasrah), Asep Irama (Kembalikanlah Dia), Leo Waldi (pencipta sekaligus penyanyi), Jhonny Iskandar (Bukan Pengemis Cinta), Abiem Ngesti (Pangeran Dangdut), dan masih banyak segudang biduan pria lain.

Pasca 2000-an, hanya segelintir saja, seperti Alam (Mbah Dukun), Nadi Barakah (Duet Malam Terakhir), Endang Kurnia (Duit), Ridho Rhoma itupun sampai sekarang tidak begitu eksis (maksimal satu album, setelah itu tenggelam). Berkurangnya pedangdut pria sebenarnya sudah dilakukan pembenahannya seperti digelarnya kontes dangdut di layar kaca. Namun ternyata tidak mampu mengembalikan kejayaan munculnya pedangdut laki-laki sebelum tahun 2000an atau akhir 90an.

Salah satu faktornya mungkin karena ketika di awal tahun 2000 tersebut begitu banyak tersebar vcd bajakan yang dijual separo harga dibarengi dengan beralihnya perhatian masyarakat sejak tumbuhnya benih-benih Dangdut Koplo. Hal itulah yang mungkin menyebabkan mengapa kini penyanyi pria kurang laku dan lebih banyak didominasi oleh kaum hawa, terutama di pentas musik Dangdut nasional (selebritas).

Penyanyi Dangdut Seronok, Vulgar dan Erotis

Erotisme Video Add Comment
contoh aksi panggung biduan erotis, bugil, vulgar dalam foto

Tumbuh dan semakin menjamurnya penyanyi Dangdut baru tentunya menjadi sinyal positif bagi semakin eksisnya musik rakyat. Sayang, ada di antara mereka yang hanya sekedar numpang popularitas, dengan mengesampingkan moralitas. Tidak sedikit penyanyi yang tampil terlalu vulgar, erotis dan seronok di atas panggung.

Banyaknya aksi penyanyi Dangdut seronok, vulgar dan erotis sudah pasti sangat mengecewakan para pendiri musik ini yang secara tidak langsung digunakan sebagai sarana dakwah oleh para wali yang membawa aliran musik Qasidah, rebana dan gambus ke Indonesia.

Dangdut sebagai genre musik dilahirkan juga bukan untuk ajang pamer aurat dan merendahkan martabat. Baik martabat biduan tersebut ataupun musik Dangdut itu sendiri. Contohlah penyanyi Dangdut lawas yang lebih menjunjung tinggi nilai-nilai seni dan estetika, norma masyarakat dan agama ketika tampil dihadapan publik.

Tidak bisakah mereka meneladani pedangdut senior seperti Ikke Nurjanah, Ida Laila, Camelia Malik, Evie Tamala, Iis Dahlia, Noer Halimah, Rita Sugiarto dan sebagainya. Mereka terkenal bukan karena aksi dan goyang kelewat batas. Mereka populer karena kualitas vokal/suara yang dimiliki atau setidaknya memiliki suara khas tersendiri. Selain itu, untuk saat ini mengapa di antara mereka juga tidak menyadari bahwa seorang Ayu Ting Ting pun bisa terkenal dan meraup banyak rezeki tanpa harus beraksi amoral.

Mari kita jaga Dangdut bersama-sama, agar tumbuh dan berkembangnya penyanyi lebih banyak ke arah yang positif, sehingga bisa mencegah lahirnya penyanyi Dangdut vulgar dan erotis.

Penyanyi Dangdut Era 60an Sampai 2000an

Artis Infotainment Selebriti Add Comment

Foto Penyanyi Dangdut artis 60-an sampai akhir 90an dan awal 2000an
Seperti sedikit disinggung di posting sebelumnya, Dangdut sebagai genre musik yang baru, penyanyi merupakan salah satu unsur internal penting bagi genre tersebut. Oleh karenanya, saking pentingnya, sudah begitu banyak penyanyi yang muncul sejak sekitar 60-an sampai sekarang. Berikut ini daftar penyanyi Dangdut Indonesia 60an sampai akhir 90an atau awal 2000-an (pra-Dangdut Koplo) yang kami sajikan di Situs Dangdut tercinta ini:

Periode 1940-1960
1. Husein Bawafie
2. Munif Bahaswuan
3. M. Mashabie
4. Said Effendi
5. Ellya Khadam
6. Dll

Periode 1970
1. Rhoma Irama
2. Mansyur S
3. Elvy Sukaesih
4. Rita Sugiarto
5. Muchsin Alatas
6. Hamdan ATT
7. A. Rafiq
8. Ida Laila
9. Dll

Periode 1980
1. Evie Tamala
2. Ayu Soraya
3. Noer Halimah
4. Imam S Arifin
5. Meggy Z
6. Camelia Malik
7. Itje Trisnawati
8. Ikke Nurjanah
9. Mega Mustika
10. Jhoni Iskandar
11. Dll


Periode 90-an
1. Iis Dahlia
2. Abiem Ngesti
3. Chaca Handika
4. Asep Irama
5. Ine Cyntia
6. Cici Paramida
7. Lilis Karlina
8. Merry Andani
9. Iis Ariska
10. Nini Karlina
11. Dll

Periode 2000-an
1. Anis Fitria
2. Yunita Ababil
3. Alam
4. Endang Kurnia
5. Nada & Nadi Baraka
6. Imron Sadewo dan Moneta
7. Kristina
8. Dll

Penyanyi Dangdut di Era 60-an sampai 2000an tersebut, populer dan terkenal lebih karena faktor kualitas atau ciri khas vokalis/penyanyi, kualitas aransemen musik, dan kualitas syair yang ada pada sebuah lagu.

Jika kita kembali pada dekade tersebut, tentu kita masih ingat kalau waktu itu yang jadi ukuran penggemar adalah yang tingkatnya nasional (artis atau selebriti yang dulu sering tampil di televisi). Namun sekarang hal itu tidak lagi menjadi ukuran, karena banyak penggemar (yang merupakan bagian dari unsur eksternal dalam Dangdut) yang tidak hanya mengidolakan  untuk tingkatannya sudah jadi selebriti atau artis saja (nasional), tapi mereka juga menjadi penggemar penyanyi lokal terutama untuk biduan yang berasal dari Jawa Timuran. Bahkan di antara mereka ada yang membentuk sebuah fans club sendiri untuk idolanya.

Unsur Eksternal Dalam Musik Dangdut

Catatan Sejarah Add Comment
Fans Termasuk unsur eksternal seperti Sera Mania, Monata Mania, Sonata Mania, Sagita fans, Pallapa fans
Ada unsur internal dalam musik dangdut, sudah pasti ada unsur eksternalnya, bukan begitu para pengunjung blog Dangdut Site??. Meskipun bersifat eksternal, namun juga penting bagi musik ini secara umum. Unsur eksternal dalam musik Dangdut seperti, penggemar (termasuk dalam hal ini penonton atau pendengar), pemerintah, publisher, studio rekaman, dan organisasi yang menjadi wadah bagi semua seniman Dangdut.

Penggemar merupakan salah satu faktor penting bagi keeksisan sesuatu, baik itu film, aktor, aktris, termasuk juga Dangdut. Dengan semakin banyaknya penggemar yang berkembang atau bertambah dari tahun ke tahun, maka dijamin akan bertambah eksis aliran ini. Begitu sebaliknya, semakin hilang atau berkurangnya penggemar maka lambat laun akan tenggelam dengan sendirinya. Meski demikian fans hanya merupakan unsur eksternal yang tidak mengikat. Artinya, ciri khas Dangdut tidak ditentukan oleh unsur ini.
Saat ini sudah banyak dijumpai penggemar Dangdut di Indonesia yang terorganisir, baik terhadap penyanyi ataupun terhadap grupnya. Misalnya Soneta Mania, Fans Rhoma Irama, SERA mania, Fans Via Vallen, Monata Fans Club, Moneta Fans Club, Sagita, Sonata, Pallapa dll.
Pemerintah juga menjadi unsur yang penting dalam hal ini, karena dengan adanya pemerintah maka seharusnya sebuah budaya bangsa akan lebih diperhatikan, dan diperkenalkan kepada dunia melalui staf kedutaan yang ada di berbagai negara. Sehingga dengan dikenalnya Dangdut sebagai budaya bangsa Indonesia, akan terhindar klain dari negara lain. Selain itu pemerintah juga seharusnya menjadi lembaga nomor satu yang membantu bertahan dan berkembangnya musik ini, baik dari segi moril atau materiil. Sebagai misal peran pemerintah dalam hal ini misalnya pada masa pemerintahan presiden Soekarno, yang digunakan sebagai penyeimbang atau bentuk penolakan berkembangnya dunia sinema dan politik anti-barat yang mulai masuk ke Indonesia.

Adanya televisi, radio dan sekarang media internet, menjadikan semuanya akan lebih mudah disampaikan kepada masyarakat terutama hal yang berkaitan dengan Dangdut. Entah itu pemberitaan tentang lagu, penyanyi, musisi atau penggemar. Dengan adanya publikasi ini juga membantu kelestarian sebuah musik ini.

Dulu TVRI adalah televisi yang paling berjasa dalam mempopulerkan Dangdut, terutama melalui program unggulan seperti Album Kita atau Album Minggu Ini, Kamera Ria dll. Saat ini hampir semua televisi meliput segala yang berhubungan dengan Dangdut
Studio rekaman atau recording juga berperan penting bagi kualitas sebuah lagu Dangdut secara umum (baik itu vokalis, nada lagu atau aransemen musik itu sendiri).
Studio yang berjasa dalam mengembangkan Dangdut seperti Akurama Records, Gajah Mada Record, Yukawi dan sebagainya
Organisasi juga berperan penting bagi musik Dangdut. Dengan adanya organisasi yang tentunya mendapat legalisasi dari pemerintah, maka akan lebih terlindungi dari unsur-unsur liar yang bisa mengganggu keberadaan Dangdut. Selain itu, dengan adanya organisasi juga dapat membuktikan bahwa musik Dangdut bukanlah musik liar yang tidak terkelola secara sah dan bertanggung jawab.
Organisasi resmi bagi wadah semua insan Dangdut Indonesia adalah PAMMI (persatuan artis musik melayu Dangdut Indonesia) yang saat ini masih diketuai oleh sang Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama.

Kesimpulan: Meskipun penting, tapi unsur ini tidaklah bersifat mengikat, artinya bahwa Dangdut sebagai sebuah aliran musik baru tidaklah ditentukan oleh unsur ini. Jadi tanpa unsur inipun tidak akan menghilangkan apa yang menjadi ciri khas pokok musik rakyat ini.

Unsur Internal Dalam Musik Dangdut

Catatan Sejarah Add Comment
Suling, gendang dan tamborin unsur internal dalam dangdut
Dangdut sebagai sebuah genre musik sudah tentu memiliki unsur dan elemen yang penting di dalamnya sebagaimana unsur yang ada dalam kategori atau jenis musik lain. Dalam hal ini, unsur internal dalam musik Dangdut tersebut terbagi lagi dalam dua kategori, yaitu subyek dan obyek. Kategori subyek adalah para pelaku musik seperti, musisi, pencipta lagu, dan aranger, dan penyanyi/vokalis sedangkan kategori obyek meliputi alat musik atau instrumen, lagu dan syair.

A. Kategori Obyek

1. Lagu
Apa dan bagaimana pengertian dari lagu, silakan anda cari di google atau mesin telusur lainnya
2. Syair
Syair merupakan bagian dari sebuah lagu yang tertulis dan terucap melalui serangkaian kata yang memiliki maksud tertentu dan memiliki sebuah judul. Syair belum menjadi sebuah lagu kalau belum terdapat nada atau irama. Artinya, sebuah syair akan menjadi sebuah bahasa yang terucap atau tertulis saja sama seperti tulisan pada sebuah puisi atau sajak.
3. Alat Musik atau instrumen
Instrumen atau alat musik pokok dalam irama Dangdut terbagi menjadi dua:
1. Alat musik pokok/dasar yang menjadi ciri khas
  • Gendang/Kendang
  • Seruling/Suling
  • Gitar
  • Bass/ Sebelum ada bass, memakai gong.
2. Alat musik pelengkap tambahan
  • Piano/keyboard/organ
  • Biola
  • Saxophone
  • Terompet
  • Sitar
  • Drum
  • Mandolin
  • dll
B. Kategori Subyek atau pelaku

Aranger juga merupakan unsur yang penting dalam sebuah musik termasuk Dangdut. Tanpa adanya aranger, maka tidak akan tercipta sebuah musik yang tersusun secara rapi baik yang bersifat pribadi (aranger pribadi dalam penggarapan lagu baru) atau yang bersifat kolektif, digarap secara bersama-sama yang dipandu oleh seorang leader. Di dunia Dangdut banyak sekali aranger profesional yang sukses, seperti Aliek Ababiel (Contoh lagu, Selamat Malam, Suara Hati, Trauma dll), Harry B (Satu Malam koleksi lagu Itje Trisnawati dll), Hendro Saky (Gula-Gula, Mahal, dll)

Pencipta lagu berperan sekali dalam menciptakan lagu, dimana di dalamnya terdapat syair, lirik lagu dan nada dalam lagu tersebut. Dalam hal ini model atau warna musiknya belum terbentuk, karena memang untuk menciptakan sebuah lagu tidak terlalu membutuhkan alat musik atau juga aranger. Ketika sebuah lagu sudah jadi, untuk membentuk warna irama Dangdut, maka dibutuhkanlah aranger dan tentunya alat musik itu sendiri. Contoh pencipta lagu Dangdut yang sukses seperti Rhoma Irama, Leo Waldy, Yus Yunus, Asmin Cayder dll

Vokalis atau penyanyi juga merupakan unsur yang penting bagi genre ini. Hal ini juga membuktikan bahwa musik Dangdut bukanlah musik instrumentalia, akan tetapi sangat dibutuhkan seorang penyanyi dari sebuah lagu, hal ini merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dari sebuah lagu yang disuguhkan kepada pendengar dan penonton. Akan tetapi perlu diketahui, bahwa penyanyi sebenarnya bukan merupakan bagian dari ciri khas pokok genre ini. Artinya, tanpa penyanyipun, musik Dangdut tidak akan kehilangan ciri khasnya.

Dan yang terakhir adalah musisi atau grup Dangdut. Grup atau kelompok dalam musik dangdut lebih dikenal sebagai sebuah Orkes Melayu yang disingkat OM, adalah kumpulan pemusik yang memiliki peran sendiri dalam memainkan alat musik yang terbentuk secara harmonis. Hingga saat ini mungkin sudah terbentuk ribuan grup di seluruh Indonesia sejak lahirnya musik rakyat ini. Beberapa grup yang terkenal baik di kalangan masyarakat umum atau penggemar seperti Soneta Group pimpinan Rhoma Irama, Tarantulla Pimpinan reynold Panggabean, Moneta Pimpinan Imron Sadewo, Family, Big Dut, Kharisma, OM. Sera, OM. Monata, Sagita, Sonata, New Pallapa dan lain sebagainya.

Itulah beberapa unsur internal yang kami ulas dan analisis sendiri di blog Dangdut Site ini. Harapan kami semoga dapat menambah wawasan musikalitas kita terutama genre yang begitu kita cintai sebagai wujud turut melestarikan budaya bangsa.